Rabu, 30 Desember 2015

Pantai Kalipat, Nusakambangan

Assalamu'alaikum wr.wb
Hai semua, saya mau bagi-bagi nih... bukan bagi-bagi uang pastinya, tapi seperti biasa saya mau bagi-bagi cerita sama teman-teman semua. Kemarin alhamdulillah saya dan anak-anak pandawa mengunjungi Pantai Kalipat yang berada di Pulau Nusakambangan Timur. Sebetulnya kami merencanakan untuk mengunjungi pantai Kalikencana, tapi karena faktor malas, tidak semangat, tidak niat dan blah blah blah dan sempat membatalkan rencana ini tetapi setelah di geber oleh beberapa orang akhirnya kami antara niat dan tidak niat, antara semangat dan tidak semangat, kami paksakan kaki dan tubuh ini bergerak menuju pantai Teluk Penyu sebagai tempat penyeberangan ke Pulau Nusakambangan.

Kesepakatan telah kami buat, pukul 07.00 pagi kami harus sudah berkumpul di rumah Indun tetapi apa daya, ada yang pukul 07.00 baru bangun, ada yang belum siap, ada yang bilang otw dari jam tujuh sampai di lokasi (rumah Indun) jam setengah 8 padahal rumahnya di belakang rumah Indun jalan kaki 2 meter sampe. Ada yang pulang ambil nasi dulu buat bekal, semua udah siap tinggal nunggu si Al lama banget belum dateng-dateng, terus mba Arini minta pulang ambil baju ganti, siapa tahu nanti di pantai mau berenang. Si Al dateng tinggal nunggu mba Arini ambil baju kok lama banget. Saya dan Ayu yang ontime dari jam tujuh akhirnya harus menunggu keberangkatan sampai jam sembilan! Gila ngaret ampe 2 jam! Pukul 09.00 kami berangkat ke pantai Teluk Penyu, mampir dulu sebentar ke minimarket beli minum.

Setelah sampai Teluk Penyu Mba Arini dan Arif ilang gak tahu kemana di tungguin di depan gerbang, eeehh malah udah sampe di depan Benteng Pendem, hadeeeehh ada-ada saja kejadian. Setelah kami susul ke depan Benteng Pendem kami akhirnya bertemu dengan istrinya bapak nelayan, yang kurang tahu namanya. Bapak nelayan ini sudah biasa mengantar Bapak carik alias bapaknya si Arif ke pantai Kalipat. Yap! Akhirnya kita ke Pantai Kalipat bukan ke Pantai Kalikencana. Matahari sudah semakin tinggi, kalau dipaksakan ke Pantai Kalikencana mungkin waktunya tidak akan cukup. Diperkirakan untuk sampai ke Pantai Kalikencana kami harus berjalan kaki 3 jam. sedangkan kami sampai di Teluk penyu pukul 09.30. Ya sudah akhirnya kami ke Pantai Kalipat yang hanya memerlukan waktu 1-1,5 jam. Cuuusss kami berangkat dengan perahu sekitar 10-15 menit dan berhenti di dekat dermaga.

Perjalanan kami di mulai. Saya mencoba mencari kayu untuk memudahkan pendakian. Jalan ke Pantai kalipat maupun Kalikencana mendaki naik turun loh guys. Baru berjalan 10 menit, ada yang minta berhenti untuk istirahat, ada yang nanya udah deket belom? Kapan sampe? #tepokjidat #ketawasambilnangis hahaha... Saya di barisan paling awal bersama Arif adik kecil sang penunjuk jalan dan Al, yang lain tertinggal di belakang. Sampai di pertigaan kami berhenti menunggu anak-anak panda yang berada di belakang. Ampuuuunn deeh lama banget, nunggu 15 menit kayaknya ada. Belom lagi kalo udah sampe, gantian mereka yang minta istirahat. hadeeeh.. Perlu disemangatin nih biar mereka jalannya bisa cepet, mereka jalan lelet itu karena mereka kebanyakan ketawa sama selfie. Ada yang jalannya bolak balik kepleset sampe empat kali ada, ada yang ketawa terus ada, ada yang diem, ada yang teriak-teriak, gak tau neriakin apaan. Emang di pulau Nusakambangan ini masih ada hewan liarnya seperti kera liar dan macan. Huuuiiih ngeri ya? Kalo kera liar sih masih kedengeran suaranya tapi kalo macan saya mah belom denger suaranya, tapi kata orang-orang sih ada. Baru kali ini saya jelajah hutan, jadi keinget saya dulu pengen ngerasain main film di hutan amazon kayak di film-film hollywood gitu hahahaha.. Oke lanjut ceritanya, baca sampe selesai ya?

Setelah dari pertigaan itu, kita melanjutkan perjalanan. Kali ini jalannya lebih kecil, kayak ngelewatin semak-semak gitu, dan ternyata ada penunjuk jalan yang dibuat di pohon. Mungkin dibuat agar kita gak kesasar. Bapak carik katanya sering ke pantai kalipat buat mancing dan banyak loh yang mancing di pantai ini. Dari jauh kami mendengar suara air, suara ombak yang memecah batu karang itu pertanda bahwa kami semakin dekat dan akhirnya kami sampai di pantai Kalipat.

Setelah berjalan kurang lebih satu setengah jam, kami akhirnya menemukan pantai yang kita cari. Udah kaya di film-film hollywood gitu, berasa menemukan surga yang jarang di ketahui oleh banyak orang hahaha, dan pantai ini sepi karena pengunjungya cuma kita. Gak ada orang jualan, gak ada nelayan atau perahu yang melintas, dan kebetulan orang yang katanya biasa mancing juga tak terlihat. Bagaikan pantai milik sendiri, hehehe.

Mulai pendakian




















 





Mau pulang selfie dulu :-D
Setelah sampai pantai, kami mencari tempat yang rindang untuk mengisi perut yang keroncongan, banyak di antara kami yang belum sarapan termasuk saya. Tapi entah kenapa selama perjalanan saya tidak merasa lapar. Berbekal nasi rames seadanya, karena yang bawa cuma tiga orang, kami harus saling berbagi dengan sepuluh orang. Hahaha. Seksi konsumsi kita Renni yang biasa bawa bekal kali ini tidak ikut di karenakan banyak tugas kampus yang belum diselesaikan. Alhamdulillah habis tapi kurang. hahaha... Dan kami siap buat jalan-jalan di pantai yang sepi ini.

Cuaca cerah, air laut yang bersih belum tercemar, langit begitu biru, matahari terik menyinari kami, sungguh indah. Anugerah allah swt yang wajib kita syukuri. Perut kenyang sudah terisi saatnya selfie :-D hehehe.. Lari sana sini, gaya ini itu, main air, tapi gak berani berenang soalnya ombaknya lagi gede. Yang udah pada bawa baju ganti sia-sia deh cuma bikin tambah berat barang bawaan. haha... Cahaya matahari begitu menyilaukan mata dan saking teriknya saya dan Indun sedikit migrain, lagi plesir malah mumet hahaha.. Jam satu siang kami memutuskan untuk pulang, semua sudah lemas dulu membayangkan bagaimana mereka harus berjalan naik turun gunung menyusuri hutan lagi.

Sampah kami kumpulkan dan kami bawa pulang kembali, jangan karena  pantai ini sepi, kalian bisa mengotori seenak dengkul kalian ya? Walaupun terkadang dari sananya udah kotor, tetep bawa kembali sampah kalian! Saya juga sebenernya gak suka bawa-bawa sampah, tapi kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi? Cuma koar-koar doang "sampahnya woy sampahnya" tapi gak ada gerakannya ya percuma. Katanya pecinta alam tapi masih suka kasih sampah ke alam? Siapa sih yang suka sampah? Gak ada, saya juga gak suka kok sama sampah. Tapi siapa sih yang bikin sampah? Kan kita juga, ya kan? Udah ah malah jadi ceramah. Hahaha.

Sampai di tempat penyeberangan tinggal nunggu di jemput sama perahunya, tapi lama banget sampe bisa jalan-jalan ke dermaga, selfie, liat ikan, cari ikan terus selfie lagi hahaha. Sampe si Oji mau berenang lagi, hadeeeh.. Ada sejam kali nunggu, ternyata bapak nelayannya lagi bawa orang jalan-jalan pake perahu liat pantai teluk penyu dan sekitar nusakambangan. Ooooohhh.. Terus ya udah kita pulang, gak lupa selfi dulu di perahu.

Udah sampe segini dulu ceritanya ya? kapan-kapan sambung lagi oke? Makasi udah mau baca dan sempetin baca cerita aku. Babbbaaiii (''') Wassalamu'alaikum wr. wb



Baca Juga :

Pantai Selok Pipa, Nusakambangan - Cilacap
Bukit Watu Meja, Kebasen - Banyumas
Pasir Putih Nusakambangan - Cilacap
Curug Telu Baturaden, Purwokerto
Waduk Kubangkangkung, Kawunganten - Cilacap
Laut Menganti, Kebumen
Goa Lawa, Purbalingga
Kebun Strawberry, Serang - Purbalingga


1 komentar:

Posting Komentar